Peraturan Ekspor-Impor

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan RI No 13 Tahun 2012, ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari pabean. Pada pasal 6, barang bebas ekspor harus memiliki:

1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

2. Tanda daftar perusahaan

3. Nomor pokok wajib pajak

4. Dokumen lain yang dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan.

Persyaratan menjadi eksportir seperti yang tertera pada pasal 7 berisi bahwa barang ekspor harus memnuhi syarat pengaturan berupa pengakuan sebagai eksportir terdaftar, persetujuan ekspor, laporan surveyor, surat keterangan asal, dan dokumen lain yang dipersyaratkan dalam peraturan.

Barang-barang yang dilarang untuk diekspor menurut Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 44 tahun 2012 diantaranya adalah barang di bidang pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, industri, serta pertambangan.

Peraturan mengenai impor tertera pada Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 48 Tahun 2015. Surat Keterangan Impor (SKI) diperlukan untuk seluruh jenis pangan olahan, yaitu produk pangan (retail packing), bahan baku pangan, dan bahan tambahan pangan, kecuali pangan yang termasuk kategori pangan segar, seperti daging segar, buah segar, sayuran segar, beras, dan lainnya serta pangan yang diatur tata niaganya seperti minuman beralkohol; gula; garam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s