Peraturan Pewarna, Penstabil, dan Pengemulsi

Menurut Perka BPOM RI No 37 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna, pewarna merupakan BTP berupa pewarna alami dan pewarna sintetis, yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan mampu memberi atau memperbaiki warna. Pewarna alami adalah pewarna yang dibuat melaui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi dari tumbuhan, hewan, mineral, atau sumber alami lain, termasuk pewarna identik alami. Sementara, pewarna sintetis adalah pewarna yang diperoleh secara sintesis kimiawi. Pada bab IV pasal 6, BTP pewarna dapat digunakan secara tunggal atau campuran. Dalam hal BTP pewarna yang digunakan secara campuran, perhitungan hasil bagi masing-masing BTP dengan Batas Maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 1, dikecualikan untuk penggunaan BTP pada kategori pangan dengan batas maksimum CPPB. Pewarna yang dilarang menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 239/ Menkes/ Per/ V/ 1985 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya diantaranya adalah auramin, rhodamin B, ponceau 3R, dan methanyl yellow.

Menurut Perka BPOM RI No 24 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penstabil, Pada bab IV pasal 6, BTP pewarna dapat digunakan secara tunggal atau campuran. Dalam hal BTP pewarna yang digunakan secara campuran, perhitungan hasil bagi masing-masing BTP dengan Batas Maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 1, dikecualikan untuk penggunaan BTP pada kategori pangan dengan batas maksimum CPPB.

Menurut Perka BPOM RI No 20 Tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengemulsi, pengemulsi adalah BTP untuk membantu terbentuknya campuran yang homogen dari dua atau lebih fase yang tidak tercampur sepeerti minyak dan air. Pada bab IV pasal 6, BTP pewarna dapat digunakan secara tunggal atau campuran. Dalam hal BTP pewarna yang digunakan secara campuran, perhitungan hasil bagi masing-masing BTP dengan Batas Maksimum penggunaannya jika dijumlahkan tidak boleh lebih dari 1, dikecualikan untuk penggunaan BTP pada kategori pangan dengan batas maksimum CPPB.

Penggunaan BTP pewarna, penstabil, dan pengemulsi dibuktikan dengan sertifikat analisis kuantitatif. Penggunaan BTP pada kategori pangan dengan batas maksimum CPPB dibuktikan dengan sertifikat analisis kualitatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s